SENTANI, MJ News — Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Papua Pegunungan, Athenius Murib, menilai Turnamen Okmin Cup I Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam membangun dan memperkuat fondasi pembinaan sepak bola generasi muda di wilayah Papua Pegunungan.
Turnamen yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) tersebut diikuti oleh 20 tim sepak bola dari berbagai daerah di Tanah Papua dan dilaksanakan di Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani, Kabupaten Jayapura, sejak 8 Januari hingga 30 Januari 2026, dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp110 juta.
Athenius Murib mengatakan, Okmin Cup I merupakan turnamen perdana yang dilaksanakan oleh Pemkab Pegubin dan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya sepak bola.
“Turnamen ini pertama kali dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang. Bupati Spei Yan Bidana berupaya agar generasi muda yang berbakat di bidang olahraga sepak bola semakin terampil, sehingga digelar Okmin Cup I tahun 2026,” ujar Athenius Murib.
Menurutnya, kehadiran turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, pencarian bakat, dan peningkatan kualitas pemain muda yang selama ini masih minim wadah pertandingan berjenjang.
Sebagai Ketua Asprov PSSI Papua Pegunungan, Murib menegaskan bahwa kompetisi reguler seperti Okmin Cup sangat penting untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat, terarah, dan berkelanjutan di daerah otonomi baru tersebut.
“Papua Pegunungan memiliki banyak talenta muda. Namun tanpa kompetisi yang rutin dan terstruktur, potensi itu sulit berkembang. Turnamen seperti ini menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus pengalaman bertanding bagi pemain muda,” katanya.
Ia juga menyebut, Okmin Cup I dapat menjadi referensi awal bagi Asprov PSSI Papua Pegunungan dalam memetakan potensi atlet dan klub yang nantinya bisa dipersiapkan mengikuti kompetisi resmi PSSI, termasuk Liga 4 dan kejuaraan berjenjang lainnya.
Selain itu, Athenius Murib mengapresiasi langkah Pemkab Pegubin yang berani menggelar turnamen berskala regional dengan melibatkan tim dari luar daerah, seperti dari Provinsi Papua Tengah serta Kabupaten dan Kota Jayapura.
“Ini langkah maju. Ketika tim dari berbagai daerah dipertemukan, kualitas pertandingan meningkat, mental pemain teruji, dan standar permainan ikut naik,” jelasnya.
Ia berharap Okmin Cup tidak berhenti pada edisi pertama, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang didukung secara konsisten oleh pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat sepak bola.
“Kalau ini dijaga kesinambungannya, saya yakin sepak bola Papua Pegunungan akan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang bisa bersaing di level nasional,” tambah Murib.
Turnamen Okmin Cup I sendiri mempertandingkan babak penyisihan grup, delapan besar, semifinal, hingga final, dengan sistem semi kompetisi. Selain uang pembinaan, panitia juga menyediakan piala bergilir, piala tetap, serta piagam penghargaan bagi para pemenang.
Dengan penyelenggaraan turnamen ini, Athenius Murib menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Asprov PSSI menjadi kunci penting dalam membangun prestasi olahraga sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda Papua Pegunungan.(*)

