WAMENA, MJ News — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, terhenti sementara akibat kendala perubahan sistem keuangan di Kementerian Keuangan.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menjelaskan bahwa perubahan mekanisme pencairan anggaran berdampak langsung pada operasional dapur penyedia MBG.
“Kami masih menunggu dana operasional dapur yang saat ini dalam proses transfer. Perubahan sistem keuangan baru menyebabkan keterlambatan pencairan,” kata Wahyu saat diwawancarai di Wamena, Selasa (27/1/2026).
Akibat keterlambatan tersebut, sebanyak 33 sekolah di wilayah Papua Pegunungan tidak menerima layanan MBG selama beberapa pekan terakhir. Pihak penyelenggara telah melaporkan kondisi ini kepada pemerintah pusat dan menunggu tindak lanjut.
Menurut Wahyu, seluruh anggaran MBG bersumber langsung dari Kementerian Keuangan, sehingga proses pencairan harus menyesuaikan dengan kebijakan dan sistem terbaru.
“Kami berharap dana segera cair agar penyaluran MBG bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, sejumlah mitra saat ini memberikan dana talangan guna mendukung operasional dapur. Dana tersebut akan dikembalikan setelah anggaran resmi dicairkan.
“Kami pastikan seluruh sekolah yang terdampak tetap menjadi prioritas setelah penyaluran kembali normal,” tegas Wahyu.
Pihak penyelenggara berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan agar program MBG kembali berjalan optimal demi mendukung kesehatan dan gizi siswa di Jayawijaya.(MJ.AH)

