Wamena, MJ News — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar Apel Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Jumat pagi. Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, dan diikuti jajaran Dinas Kesehatan, para kepala OPD, tenaga medis dari puskesmas dan rumah sakit, perwakilan BPJS Kesehatan, KPA Kabupaten, serta tokoh adat dan agama.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian HKN di Jayawijaya, yang sebelumnya diisi dengan pelayanan kesehatan gratis, pemeriksaan umum, kegiatan promotif–preventif, serta kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.
Wabup Jayawijaya Bacakan Sambutan Menteri Kesehatan
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Ronny Elopere terlebih dahulu membacakan sambutan resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang mengangkat tema HKN ke-61: “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Pesan utama Menkes menekankan pentingnya transformasi sistem kesehatan, penguatan layanan dasar, percepatan imunisasi, serta peningkatan upaya promotif dan preventif di seluruh daerah.
Usai membacakan sambutan Menkes, Wakil Bupati menyampaikan arahan khusus untuk Kabupaten Jayawijaya, menyoroti tantangan geografis, distribusi tenaga kesehatan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan di seluruh distrik.
Wakil Bupati: Pemerintah Berkomitmen Perkuat Layanan “Dari Kota hingga Kampung Terpencil”
Wakil Bupati Ronny Elopere menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen memastikan seluruh masyarakat, dari pusat kota hingga kampung di lembah dan perbukitan, memperoleh layanan kesehatan yang layak. Tantangan geografis tidak boleh menjadi alasan masyarakat kehilangan hak atas pelayanan,” tegasnya.
Ia menyebutkan tiga fokus utama Pemkab Jayawijaya dalam agenda transformasi kesehatan daerah:
Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI–AKB) melalui penguatan puskesmas, pendampingan ibu hamil, dan peningkatan rujukan ke RSUD Wamena.
Percepatan penanganan stunting lewat program gizi, imunisasi, intervensi terpadu keluarga, serta edukasi kesehatan di tingkat kampung.
Pemerataan distribusi tenaga kesehatan termasuk penempatan dokter, bidan dan perawat di distrik-distrik yang masih kekurangan tenaga.
Apresiasi kepada Tenaga Kesehatan Garis Depan
Dalam upacara tersebut, Pemkab turut memberikan penghargaan kepada sejumlah tenaga kesehatan yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dengan akses yang sulit.
“Pemerintah kabupaten Jayawijaya menyampaikan apresiasi mendalam Tenaga kesehatan adalah ujung tombak pembangunan kesehatan di Jayawijaya. Pemerintah melihat dan menghargai pengorbanan para nakes yang bekerja di wilayah yang medannya sangat menantang. Penghargaan hari ini adalah bentuk terima kasih pemerintah,” ujar Elopere.
Kolaborasi Pemerintah – Gereja – Adat – Masyarakat
Pemkab Jayawijaya juga menekankan pentingnya dukungan tokoh adat dan tokoh agama dalam upaya edukasi kesehatan masyarakat. Pemerintah menyebut pendekatan kultural terbukti lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai imunisasi, nutrisi keluarga, dan pencegahan penyakit menular.
Selain itu, BPJS Kesehatan dan KPA Kabupaten juga terlibat dalam sosialisasi jaminan kesehatan, pencegahan HIV/AIDS, dan peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan di fasilitas terdekat.
Pemerintah Instruksikan Percepatan Distribusi Obat dan Layanan Kampung
Menutup amanatnya, Wakil Bupati memberi instruksi langsung kepada Dinas Kesehatan untuk mempercepat:
- Distribusi obat dan vaksin ke seluruh puskesmas,
- Pemutakhiran data kesehatan desa-kampung,
- Layanan mobile clinic ke distrik-distrik yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai,
- Laporan berkala terkait kemajuan program kesehatan di 328 kampung dan 4 kelurahan.
“HKN ke-61 bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mempercepat terwujudnya Jayawijaya Sehat,” tutup Wakil Bupati.
Apel kemudian ditutup dengan deklarasi komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Jayawijaya.(*)

