WAMENA, MJ News — Himpunan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya (HMKJ) Kota Studi Wamena menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus pembunuhan yang terjadi sepanjang tahun 2025 dan hingga kini masih menyisakan keresahan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua HMKJ Kota Studi Wamena, Laginus Lengka, mewakili mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Papua Pegunungan, Senin (19/1/2026).
Menurut Laginus, peristiwa pembunuhan tidak hanya melanggar hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman serta mengganggu stabilitas sosial dan aktivitas masyarakat, khususnya di Wamena sebagai pusat aktivitas Provinsi Papua Pegunungan.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Lani Jaya dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan ini secara kekeluargaan, agar tidak terus berlarut dan berdampak pada situasi keamanan serta perkembangan positif di wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya.
HMKJ menilai persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan tanpa penanganan serius dan membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah, khususnya Pemkab Lani Jaya dan Pemkab Yahukimo, sebagai wilayah yang terdampak langsung.
Dalam pernyataan sikapnya, HMKJ menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yakni meningkatkan intensitas pengamanan, mempercepat proses penyidikan dan pengadilan kasus pembunuhan agar menghadirkan rasa keadilan bagi korban, serta memberikan efek jera kepada pelaku.
Selain itu, HMKJ juga mendorong pemerintah untuk menggelar program edukasi dan penyuluhan hukum serta anti-kekerasan secara berkala, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat umum. Kerja sama dengan organisasi masyarakat dan aparat kepolisian juga dinilai penting dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak kejahatan.
HMKJ turut meminta pemerintah menyediakan akses bantuan hukum, psikologis, dan sosial yang mudah dijangkau bagi masyarakat yang terdampak kasus pembunuhan dan kekerasan lainnya.
“Kami siap menjadi bagian dari solusi dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan kejahatan serta penyuluhan kepada masyarakat. Kami percaya kolaborasi pemerintah dan generasi muda dapat menciptakan wilayah yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Laginus.
HMKJ berharap pemerintah daerah dapat segera merespons aspirasi tersebut demi menjaga stabilitas keamanan dan kehidupan sosial masyarakat di Papua Pegunungan.(*)

