WAMENA, MJ News, Focus Group Discussion (FGD) antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan Satuan Pendidikan SMA-SMK Se-Kabupaten Jayawijaya menghasilkan kesepakatan bersama menciptakan Damai, Aman dan Nyaman di lingkungan sekolah, Selasa, 16 September 2025.
Plt. Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Petrus Mahuse, AP., M.Si kepada wartawan menyampaikan bahwa FGD bermaksud meminimalisir penyebaran informasi hoax yang dapat menimbulkan kekacauan antar siswa,
“FGD dengan para kepala sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Jayawijaya ini pasca kejadian beberapa waktu lalu tentang beredarnya berita hoax oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab sehingga menimbulkan informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya. Ini terjadi melalui anak-anak sekolah yang terpacu dengan situasi dan emosional sampai pada bentrok antara SMA Negeri dengan beberapa sekolah SMK-STM. Untuk menghindari dampak yang lebih luas, maka hari ini kita sudah duduk sama-sama, bersepakat dan ada beberapa poin yang kita bahas bersama. Kita inginkan yaitu pendidikan harus menjadi salah satu candra dimuka di kabupaten Jayawijaya ini” ujar Sekda usai memimpin FGD.
Menurut Mahuse, FGD ini telah merumuskan poin deklarasi dengan melibatkan semua pemangku pendidikan, “kita sudah sepakati beberapa poin deklarasi yang sudah kita tandatangani bersama, membangun kesepakatan melalui para guru maupun dengan siswa melalui pengurus OSIS. Artinya harus ada komunikasi dan koordinasi yang terus dilakukan oleh antar sekolah sehingga kita bisa meminimalisir isu atau informasi yang sifatnya hoax”.
Harapan Sekda Jayawijaya agar isi deklarasi dapat disosialisasikan kepada para siswa supaya tidak mudah terprovokasi “Deklarasi ini akan menjadi bahan atau informasi yang akan disosialisasikan tingkat sekolah baik SMA maupun SMK yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Dengan harapan anak-anak ini tidak muda terprovokasi dengan berita hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab” tutupnya.
Bunyi poin kesepakatan,
Kesepakatan bersama Pemerintah Daerah dengan Satuan Pendidikan SMA-SMK Se-Kabupaten Jayawijaya. Dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang Damai, Aman dan Nyaman maka Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan SMA/SMK menyepakati:
Pemerintah Daerah :
- Meminta pihak aparat keamanan untuk melacak informasi hoaks yang beredar;
- Pemerintah daerah mengaktifkan kembali Patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi Baliem (Satpol B), mengontrol siswa-siswi yang berkeliharan diluar sekolah pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar;
- Melalui Dinas Pendidikan ada membentuk media sosial berupa WA-group kepala sekolah bersama Wakasek dan pengurus OSIS untuk meningkatkan koordinasi satuan Pendidikan SMA dan SMK dan nama anggota group sesuai identitas yang jelas;
- Memanfaatkan fasilitas Bus sekolah untuk mengantar dan menjemput siswa dan guru;
- Melalui Dinas Pendidikan melakukan pengimbasan program roots/anti perundungan untuk jenjang SMA dan SMK;
- Dinas Pendidikan memperkuat wadah MKKS dan MGMP;
- Setiap kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang melibatkan sekolah diharapkan pemerintah daerah melakukan pemerataan tiap sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya.
Satuan Pendidikan SMA dan SMK
- Mengaktifkan kembali tim keamanan sekolah;
- Satuan Pendidikan meningkatkan komunikasi antara Osis SMA dan SMK; Membentuk Komunitas OSIS dan SMK Se-Kabupaten Jayawijaya;
- Jika siswa mengetahui, mendengar dan membaca informasi hoaks segera menginformasikan kepada Kepala Sekolah dan Wakasek kesiswaan pada masing-masing sekolah. Apabila siswa bertindak sendiri dengan menyebarkan berita hoaks tersebut, maka sanksi yang diterima pada siswa yaitu:
- Teguran Lisan, Teguran Tertulisa dan Dikembalikan kepada orang tua serta tidak diterima oleh satuan Pendidikan di Kabupaten Jayawijaya dan sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah masing-masing;
- Apabila siswa terlibat kerusakan pada fasilitas sekolah lain, maka akan diberi sanksi tegas.
Focus Group Discussion ini diselenggarakan atas koordinasi Dinas Pendidikan dan pimpinan kepada Sekolah SMA/SMK se-Jayawijaya bersama para siswa dan perwakilan orang tua siswa. (MJ.MW).

