WAMENA, MJ News, Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jayawijaya telah meresmikan Pengoperasian Terminal Kargo Bandar Udara Kelas I Wamena, Sabtu, 6 September 2025.
Berbagai sorotan terkait dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dialamatkan kepada pemerintah kabupaten Jayawijaya. Hal ini diantaranya karena minimnya lapangan pekerjaan, jaminan keamanan kota, angka pegangguran yang tinggi, berbagai konflik yang dilatarbelakangi dengan minuman keras dan merugikan banyak pihak.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dibawah pimpinan Bupati Atenius Murip, S.H., M.H dan Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP., M.KP telah melakukan banyak kebijakan dan langkah-langkah preventif. Mediajayawijaya.org mencatat beberapa kebijakan dan tindak lanjut nyata, misalnya: Surat Keputusan Bupati tentang pembentukan Tim Gabungan untuk pemberantasan minuman keras, ganja, zat adiktif dan senjata tajam; Himbauan Bupati tentang pelarangan membawa Senjata Tajam masuk dalam kota Wamena; Pembentukan Polisi Baliem (Pol. B); Pelaksanaan Rekonsiliasi Kondisi Daerah (RKD);
Selain itu, sebuah tim telah terbentuk untuk mengimput kondisi kekinian kabupaten Jayawijaya selama 100 hari kerja. Tim ini bekerja berdasarkan SK Bupati Jayawijaya nomor 100.3.3.2/000.8.3.4/581/2025 tentang pembentukan dan penetapan tim survey pemetaan masalah di bidang Kesehatan, Pendidikan, Infrastruktur Dasar dan Ekonomi Kerakyatan (Pertanian, Perikanan dan Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan – Nakerindag). Semua data yang terhimpun, diolah dan diintegrasikan dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah periode 2025-2029. Pada pengambilan data, tim telah menyampaikan bahwa para petani menambah lahan kebun, tambah kolam ikan, aktifkan lahan sawah yang non-aktif.
Dari sekian kebijakan itu, pemerintah Jayawijaya menghadirkan satu lagi peluang lapangan pekerjaan sekaligus penertiban semua barang yang masuk dan keluar yaitu “Pengoperasian Terminal Kargo Bandar Udara Kelas I Wamena”, pada Sabtu, 6 September 2025 di kompleks Kargo, bandar udara Wamena.
Dalam Wawancara dengan awak media, Bupati Jayawijaya, Atenius Murip menekankan empat kemanfaatan dari peresmian pengoperasian terminal kargo ini, yaitu dengan penertiban semua barang yang masuk maupun keluar untuk semua maskapai penerbangan (kecuali pesawat perintis), maka diharapkan dapat menfilter barang-barang yang layak dan tidak layak. Hal ini dimaksudkan agar semua jenis minuman keras, narkoba, senjata tajam dan objek lainnya yang sering menganggu ketertiban kota yang melewati X-tray dapat disita sehingga dampak konfliknya diminimalisir.
Hal positif kedua adalah tentu membuka lapangan pekerjaan baru untuk pemuda pegangguran. Untuk mengurangi angka pegangguran secara simultan memang berat, namun terobosan ini adalah salah satu langkah maju yang perlu diapresiasi. Ini baru terminal kargo, target kedepan, tetap bekerja sama dengan maskapai agar semakin banyak putra – putri Lembah Baliem, Papua Pegunungan yang menjadi pilot, co-pilot, pramugari, mekanik, dan lain sebagainya.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah bagian terpenting lainnya dari dibukanya terminal kargo bandar udara kelas I Wamena ini. PAD yang signifikan sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah kabupaten Jayawijaya untuk menopang dana transfer dari Pemerintah Pusat. Dengan Wamena sebagai ibu kota provinsi Papua Pegunungan, pasti akan diikuti dengan beban tanggungjawab yang besar dan untuk itu membutuhkan dana yang juga banyak. Dampak positif lain adalah memberikan sebuah tantangan kepada para petani, baik tanaman holtikultura, maupun tanaman jangka panjang, persawahan, buah-buahan dan komiditi keunggulan lainnya dalam mengirimkan hasil produk ke luar daerah Jayawijaya dengan maskapai yang balik kosong dari Wamena. Komoditi Jayawijaya yang hampir semuanya adalah organik memiliki nilai jual pasaran yang bagus. Peluang ini sekiranya dapat dimanfaatkan para petani untuk lebih tekun pada profesinya agar dapat memenuhi pasaran baik di Wamena maupun di luar Wamena. (MJ.MW).

