Deklarasi Damai Kabupaten Jayawijaya
Mengobati Luka, Membangun Jayawijaya dalam Kasih Kristus,
Gedung Aitousa, Rabu, 30 Juli 2025
Kami, Masyarakat kabupaten Jayawijaya terdiri dari para tokoh adat, tokoh agama, pemimpin gereja, pemuda, Perempuan, pemerintah, keluarga korban, serta seluruh elemen masyarakat sipil dengan hati yang tulus dan kesadaran penuh menyatakan :
Bahwa :
- Kami menyadari dan mengakui bahwa konflik dan pertumpahan darah yang pernah terjadi di tanah ini telah meninggalkan luka mendalam, kehancuran relasi, dan trauma yang diwariskan lintas generasi.
- Kami mengakui bahwa tidak ada masa depan tanpa pengampunan, dan tidak ada pengampunan tanpa keberanian untuk saling mengakui kesalahan.
- Kami percaya bahwa kasih Kristus adalah dasar utama untuk pemulihan, pengampunan, dan damai sejati.
Dengan ini, kami menyatakan dan berkomitmen:
- Mengampuni dan menerima satu sama lain sebagai saudara seiman dan sebangsa yang setara dan bermanfaat, tanpa memandang latar belakang Sejarah atau perbedaan identitas.
- Menjaga persaudaraan sejati sebagai fondasi sosial yang kokok, dengan membangun kepercayaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam damai.
- Menolak dan mencegah segala bentuk kekerasan, baik secara fisik, verbal maupun struktural, serta melaporkan dan menangani setiap potensi konflik secara bijaksana dan damai.
- Mendorong peran aktif adat, gereja, dan pemerintah dalam membina budaya damai, menjadi pelindung keadilan, dan pelayan kasih di tengah masyarakat.
- Mengajarkan nilai-nilai damai kepada generasi muda, serta mewariskan narasi pengampunan dan kasih sebagai warisan mulia bagi masa depan Papua Pegunngan.
- Melaksanakan tindakan nyata setelah rekonsiliasi ini, dengan program pembinaan, monitoring damai, serta ibadah tahunan peringatan rekonsiliasi untuk menjaga semangat perdamaian tetap hidup.
Oleh:
Panitia Rekonsiliasi Kabupaten Jayawijaya, 2025

