Ninawene Media Jayawijaya

Tabenak Withen Kolago Selaku Pimpinan LP3BD Papua Pegunungan Menyeruhkan Pentingnya Perlindungan dan Pengembagan 46 Bahasa Daerah

Penulis, Pendiri dan Ketua LP3BD Provinsi Papua Pegunungan, Tabenak Withen Kolago memegang salah satu buku tulisannya (Ist)

WAMENA, MJ News: Pimpinan Lembaga Perkumpulan Perlindungan dan Pengembangan Bahasa Daerah (LP3BD) Provinsi Papua Pegunungan, Tabenak Withen Kolago, menyerukan pentingnya perlindungan dan pengembangan 46 bahasa daerah di wilayah Papua Pegunungan.

Dalam pesan tertulis yang diterima media ini pada Selasa (27/1/2026), Sang Penulis buku “46 Bahasa Ibu dan 46 Suku Provinsi Papua Pegunungan”, Tabenak Withen Kolago, menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan roh budaya, jati diri suku, serta jembatan pewarisan nilai dari generasi ke generasi.

“Bahasa daerah bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasi kuat bagi pendidikan yang berakar pada budaya sendiri,” katanya.

Foto Buku Kamus Tulisan Tabenak Withen Kolago yang berjudul “Kamus Bahasa Dani Atas” (Dok. Penulis)

Dia meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Dinas Pendidikan, memprioritaskan program perlindungan dan pengembangan bahasa daerah.

“Kami berharap program perlindungan 46 bahasa daerah ini tidak dinomorduakan,” harapnya.

Selain itu, Kolago juga menekankan bahwa pentingnya sinergi antara pemerintah, dinas pendidikan, lembaga adat, gereja, akademisi, dan masyarakat sipil dalam melindungi dan mengembangkan bahasa daerah.

“Kami berharap Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan berkenan membuka ruang dialog, kolaborasi, dan komitmen bersama demi perlindungan dan pengembangan bahasa daerah Papua Pegunungan,” ungkap Tabenak.

Menurut Kolago, program perlindungan dan pengembangan bahasa daerah merupakan visi dan misi Gubernur Provinsi Papua Pegunungan bagian poin “Adat” selain Pemerintah dan Agama.

“Kami sedang mendukung Visi dan Misi Gubernur Provinsi Papua Pegunungan bagian adat. Ada tiga (3) tungku visi dan misi gubernur yaitu pemerintah, gereja dan adat. Dalam adat ini ada bahasa. Bagian ini yang sedang kami garap” ujarnya.

Tabenak mengingatkan kepada para pengambil kebijakan bahwa keputusan dan kebijakan yang diambil hari ini akan menjadi penilaian bagi generasi mendatang.

“Bahasa adalah identitas. Bahasa adalah martabat. Bahasa adalah masa depan Papua Pegunungan,” tutup Tabenak.

Penulis sedang memegang tiga buku Matematika Bahasa Lani, Hubula dan Walak (Ist)

Tabenak Withen Kolago adalah Pendiri dan Ketua Lembaga Perkumpulan Perlindungan dan Pengembangan Bahasa Daerah (LP3BD) Provinsi Papua Pegunungan. Lembaga ini membidangi Bahasa Daerah dan Matematika. Sepanjang ini, Withen telah mencetap beberapa buku diantaranya, 46 Bahasa Ibu dan 46 Suku Provinsi Papua Pegunungan, Matematika Bahasa Lani, Matematika Bahasa Hubula, Matematika Bahasa Walak, Kamus Dani Atas – Indonesia. Selain ini, masih dalam persiapan percetakan adalah Matematika Bahasa Nggem dan Matematika Hubula Atas. (MJ.AH)

Exit mobile version