WAMENA, MJ News: Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH bersama Wakil Bupati, Ronny Elopere, S.IP., M.KP mengadakan Doa Syukur Bersama melepas tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026 dengan penuh ucapakan syukur bersama masyarakat Jayawijaya di Aula Wio, lantai 1 kantor Bupati, Rabu, 31 Desember 2025.
Dalam pesan, Bupati Jayawijaya, Atenius Murip menyampaikan terasa tidak lengkap apabila merayakan acara tutup tahun dan sambut tahun baru tanpa bapak/ibu sekalian,
“Bapak/Ibu sekalian, saya pikir kalau sendiri berdiri disini kurang lengkap kalau tidak ada keluarga, sauadara-saudara saya sekalian, keluarga besar hadir seperti hari ini” bukanya.
Kemudian Bupati Atenius menyapa semua tamu undangan, sesepuh, pimpinan gereja, orang tua, orang muda yang menghadiri kegiatan malam ini,
“Saya yakin bahwa pemuda yang hadir ini pasukan berani mati, hadir dalam segala cuaca, luar biasa. Tepuk tangan untuk pemuda-pemuda kita. Ada yang juga paling tua diantara kita semua, bapak Hetuken Itlay, mantan tentara yang menjadi tentara tahun 1975 dan sampai sekarang masih kuat, luar biasa, Tuhan pakai terus. Ada juga bapak Ketua PGGP, pendeta Mabel dan pimpinan gereja lainnya, ada juga para kepala Dinas, Sekwan, perwakilan anggota dewan yang juga pembina komunitas anak jalanan, pak Yomin Kogoya, mitra pemerintah ada Pengadilan, Kejaksaan, pak Yoyo bersama keluarga, dan semua lainnya”
Lanjut Bupati, ada tiga hal sebagai bahan refleksi untuk tahun 2025 dan memasuki tahun 2026,
“Bapak/ibu sekalian, tahun 2025 kita lalui dengan begitu luar biasa terutama atas kasih dan penyertaan Tuhan yang begitu nyata dalam hidup kita masing-masing maupun dalam pemerintahan di tahun pertama ini. Saya berefleksi, ada tiga hal kesadaran manusia, yaitu sadar nafas, sadar rasa, dan sadar waktu” ujarnya.
Lebih lanjut, penjelasan kepada mediajayawijaya.org mengenai tiga rasa ini, menurut Murip bahwa kita harus sadar bahwa Tuhan masih memberi kita nafas kehidupan sehingga dapat menginjakkan kaki di tahun baru 2026. Sadar Nafas ini penting karena sebagai tanda Tuhan masih menyertai kita. Maka kita sebagai umatNya, wajib mensyukuri karunia ada nafas ini.
Selanjutnya, sadar rasa adalah sebagai tanda kita memiliki rasa atas semua pengalaman hidup baik maupun pahit. Rasa itu akan memberikan evaluasi agar kedepan lebih baik lagi. Manusia harus memiliki rasa agar kehidupan kita harus terkontrol antara yang baik untuk dikembangkan dan yang buruk untuk ditinggalkan.
Ada juga rasa waktu yang adalah sebuah masa yang akan terus berganti. Menurut Atenius, kita harus bertarung dengan waktu tentang hal-hal positif bagi diri dan sesama agar menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, damai, indah, harmonis – Firdaus di bumi Lembah Agung Baliem. Semua makhluk hidup memiliki durasi waktu yang sama oleh sang pencipta. Hanya orang bijaksana yang memiliki nafas dan rasa sajalah akan meningenvestasikan waktunya dengan baik dan terukur untuk masa depan. Kategori orang sukses dan tidak sukses juga dapat diukur dari bagaimana cara kita manajemen waktu dengan baik untuk tujuan dan kegiatan yang baik dan mendukung karir.
Ronny Elopere, Wakil Bupati Jayawijaya dalam pesan singkat juga mengucapkan selamat tahun baru kepada seluruh Masyarakat Jayawijaya,
“Selamat Tahun Baru buat keluarga terkasih dalam Tuhan. Di tahun baru yang penuh dengan rahasia Tuhan ini, saya Ronny Elopere, S.Ip., K.Kp, Wakil Bupati Kab. Jayawijaya, dengan segala kerendahan hati memohon maaf atas sikap, perilaku, tutur kata dan tindakan yang menyinggung perasaan keluarga, Bapak/Ibu, saudara terkasih semua, mohon maaf” tulisnya.
Lebih lanjut Elopere juga berpesan “Tuhan yang punya segalanya menuntun kita semua dalam kasih Tuhan menembus perbedaan. Dengan damai sejahtera Tuhan senantiasa menyertai kita, satukan perbedaan untuk mewujudkan Pembangunan Jayawijaya menuju Yogotak Hano, Hobuluk Motok Hanorogo, Waa waa waaa GBU” tutupnya.
Selain itu, komentar atas kegiatan lepas sambut tahun baru datang dari pemerhati budaya Baliem, Desiana Mabel,
“Kesan unik dan menarik adalah tindakan nyata dari seorang pemimpin sebagai pelayan rakyat ketika minuman dan kue yang langsung dilayani oleh Bapak Atenius Murip dan Istri, Ibu Idawati Waromi Murip kepada seluruh hadirin di aula Wio. Tindakan spontan ini bermakna bermakna pelayanan, kasih dan kepedulian” tulis Mabel.
Desiana melanjutkan pesannya agar tahun 2026, para pimpinan OPD harus mengikuti karakteristik kepemimpinan Bupati dan Wakil agar perubahan yang diharapkan dapat diwujudkan,
“Jayawijaya 2026 akan mengalami perubahan ketika semua pimpinan-pimpinan instansi di lingkungan pemerintahan kabupaten Jayawijaya mampu mengadopsi kepemimpinan bapak Bupati serta menerapkan di masyarakat, maka Damai, Aman, Nyaman dan Indah sesuai moto kita akan benar-benar terwujud” tutupnya. (MJ.MW).

