Site icon Ninawene Media Jayawijaya

Berkaitan Kunjungan Wapres RI ke Wamena: Bupati Jayawijaya Mengajak Kepala Distrik dan Kepala Kampung Menjaga Kamtibmas

Apel Perdana Bupati dengan para Kepala Distrik dan Kepala Kampung, Berkaitan dengan Kunjungan Wapres RI, 13-14 Januari 2026 di Wamena, Senin, 12 Januari 2025

WAMENA, MJ News: Apel Perdana, Senin, 12 Januari 2026, bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka di Tanah Papua khususnya Jayawijaya pada 13 dan 14 Januari 2026. Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH mengajak seluruh 40 Kepala Distrik, 328 Kepala Kampung dan 4 Kelurahan untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), pada Apel Senin, 12 Januari 2026 di halaman kantor Bupati Jayawijaya.  

Seraya mengucapkan selamata Natal dan Tahun Baru 2026, Bupati Jayawijaya meminta seluruh kepala Distrik, Lurah, maupun Kepala Kampung untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing,

“Bapak/Ibu sekalian, selamat Natal Tahun 2025 dan selamat memasuki Tahun Baru 2026. Salam jumpa kembali pada Apel pertama kita di tahun yang baru. Sehat semua ya. Saya mau menghimbau kepada 40 kepala Distrik, 4 Lurah dan 328 Kepala Kampung Se-Jayawijaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat selama kunjungan Wapres RI di Wamena, pada 13 dan 14 Januari 2025” buka Atenius.

Terang Bupati mengenai rencana kunjungan kerja Wakil Presiden RI di Wamena, “Besok (Hari ini), Bapak Wapres akan tiba melihat kota kita, Pembangunan kota kita, perkembangan pembangunan kantor Provinsi, melihat lapangan sepak bola, pasar dan beberapa hal lain” jelasnya.

Bupati Murip sempat mengisahkan kesaksiannya mengenai pembangunan di Kabupaten Jayawijaya dengan kehadiran pimpinan pusat dari Jakarta,

“Saya pernah sampaikan kepada kepala BIN, Menkopolhukam, para Menteri yang datang bahwa suatu saat Lembah Baliem ini kalau dikunjungi oleh orang nomor 2 dan nomor 1 bangsa ini. Kunjungan itu adalah sekaligus membawa berkat pembangunan yang selama ini kita harapkan, impikan dan juga doakan” terangnya.

Lanjut Bupati, perbedaan saat kepala daerah ke Jakarta membawa program dengan Presiden dan atau Wakil Presiden turun lapangan adalah kita dapat meminta program pembangunan secara langsung saat turun lapangan. Presiden atau Wakil Presiden pasti perintahkan para Menterinya untuk menindaklanjuti. Maka untuk itu, kesan baik yang perlu kita lakukan adalah menjaga keamanan bersama agar tidak terlalu hal-hal yang tidak  diinginkan selama kunjungan berlangsung. (MJ.MW).*

Exit mobile version