WAMENA, MJ News — Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menghadiri kegiatan UMKM Papua Kreatif Emas yang digelar di Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Atenius Murip hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, serta dihadiri Dandim 1702 Jayawijaya dan Kepala Bandara Udara Wamena.
Usai menghadiri kegiatan UMKM, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja dengan meninjau potensi wisata alam berupa air terjun dan melakukan penanaman kopi di Kampung Aitok, Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam keterangannya kepada wartawan di lokasi, Bupati Atenius Murip menyampaikan bahwa wilayah Pegunungan Papua memiliki potensi alam yang sangat eksotis dan indah, namun pengembangannya sangat bergantung pada kesadaran dan kemauan masyarakat setempat sebagai pemilik wilayah.
“Lembah-lembah pegunungan ini sangat eksotik dan pemandangannya indah. Sekarang tergantung masyarakat yang tinggal di wilayah ini, mau dikembangkan menjadi tempat wisata atau tidak, itu tergantung kita sendiri,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, Kampung Aitok sebelumnya dikenal sebagai wilayah yang kering dan dianggap sulit dikembangkan. Namun melalui kreativitas dan inisiatif masyarakat, kawasan tersebut kini mulai menunjukkan potensi wisata dan pertanian yang menjanjikan.
“Hari ini kita melihat Kampung Wisata Aitok. Dalam bahasa daerah, Aitok itu diperkirakan daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tetapi hari ini pemilik lahan mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakat dan pengunjung,” katanya.
Menurut Bupati, perubahan tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan kering menjadi kolam ikan, kebun kopi, area wisata, serta keberadaan air terjun yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Ternyata di situ bisa dibuat kolam ikan, kebun kopi, tempat wisata, dan ada air terjun yang eksotis yang bisa kita nikmati,” lanjutnya.
Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa kunci utama pengembangan kampung wisata dan ekonomi masyarakat adalah kemauan untuk memulai, bukan menunggu bantuan dari pemerintah.
“Jangan menunggu proposal bantuan dari pemerintah. Ketika ada kemauan dan aksi nyata, pemerintah pasti datang melihat dan memberikan pendampingan sesuai kemampuan yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah selama ini memberikan bantuan setelah melihat adanya inisiatif dan hasil nyata dari masyarakat.
“Karena kita melihat ada aksi dan ada hasil, maka pemerintah memberikan bantuan. Pengembangan dimulai dari kemampuan sendiri, lalu pemerintah hadir membantu, seperti penyediaan listrik dan air,” tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Jayawijaya, untuk memanfaatkan potensi alam yang ada sebagai sumber penghidupan dan masa depan yang lebih baik.
“Jangan menunggu orang lain mengubah kita. Dari diri kita sendiri, potensi alam yang ada kita kembangkan untuk kehidupan keluarga yang lebih baik. Pemuda-pemuda harus melihat peluang ini,” tutup Bupati.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat TNI, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Jayawijaya.(*)